Sabtu, 16 Februari 2013 - 13:47:21 WIB
Burung-Burung Cakrawala
Diposting oleh : Yohanna
Kategori: Review book - Dibaca: 192 kali

oleh : Mochtar Pabottingi
SINOPSIS
Kisah sejati ini merupakan kesaksian yang kaya, hidup, dan orisinal tentang apa arti dan fungsi Tanah Air serta kemerdekaan bagi seorang anak desa. Seperti sejumlah anak serupa, dia kemudian bertumbuh menjadi manusia yang jiwa dan badannya terbangun mengikuti citra diri dan impian Para Pendiri Bangsa-deretan eksemplar burung–burung pelintas benua, penjelajah cakrawala.

Sebagai narasi diri, ini adalah rekaman tangan pertama si anak desa tentang bagaimana dia menjadi sembari sekaligus memotret masyarakat bangsanya dan masyarakat mancanegara lewat kota-kota di mana dia berkiprah selama tiga zaman. Di saat terbang lintas benua menjelajah lapis-lapis cakrawala, dia pun bercinta serta bersaksi cerdas tentang masa dan dunianya, tentang impian-impian pribadi dan ideal-ideal berbangsa yang terus dijunjungnya. “Indonesia tak pernah bisa dipisahkan dari ketercerahan cakrawala.”

Maka di atas semuanya, ini adalah suatu kesaksian yang merayakan Indonesia.

“Ada irama yang indah dari penulisan buku ini, yang membuat saya tidak ingin berhenti membuka halaman demi halaman di dalamnya. Saya menemukan cerita jenaka orang kampung Indonesia. Juga terperangah akan kecerdasan buah-buah pikiran serta tingginya integritas penulisnya sebagai seorang intelektual.”

—Riri Riza, sutradara film


“Saya terkesan secara mendalam dengan kisah yang terpapar sangat jujur dalam Burung–Burung Cakrawala. Ada bagian yang membuat saya tergelak, ada yang membuat saya menangis, dan ada yang membuat saya berpikir dan berkontemplasi. Inilah kisah bocah yang bermimpi terbang bagai burung dan bercinta dengan bidadari. Ia terdampar sebagai manusia dewasa yang menenun intelektualitas dengan spiritualitas. Dari perjalanannya kita belajar untuk tidak sekadar mencintai Indonesia, tapi mencinta dengan jujur dan dalam kejujuran.”

—Karlina Supelli


DETAIL
oleh Mochtar Pabottingi
SINOPSIS
Kisah sejati ini merupakan kesaksian yang kaya, hidup, dan orisinal tentang apa arti dan fungsi Tanah Air serta kemerdekaan bagi seorang anak desa. Seperti sejumlah anak serupa, dia kemudian bertumbuh menjadi manusia yang jiwa dan badannya terbangun mengikuti citra diri dan impian Para Pendiri Bangsa-deretan eksemplar burung–burung pelintas benua, penjelajah cakrawala.

Sebagai narasi diri, ini adalah rekaman tangan pertama si anak desa tentang bagaimana dia menjadi sembari sekaligus memotret masyarakat bangsanya dan masyarakat mancanegara lewat kota-kota di mana dia berkiprah selama tiga zaman. Di saat terbang lintas benua menjelajah lapis-lapis cakrawala, dia pun bercinta serta bersaksi cerdas tentang masa dan dunianya, tentang impian-impian pribadi dan ideal-ideal berbangsa yang terus dijunjungnya. “Indonesia tak pernah bisa dipisahkan dari ketercerahan cakrawala.”

Maka di atas semuanya, ini adalah suatu kesaksian yang merayakan Indonesia.

“Ada irama yang indah dari penulisan buku ini, yang membuat saya tidak ingin berhenti membuka halaman demi halaman di dalamnya. Saya menemukan cerita jenaka orang kampung Indonesia. Juga terperangah akan kecerdasan buah-buah pikiran serta tingginya integritas penulisnya sebagai seorang intelektual.”

—Riri Riza, sutradara film


“Saya terkesan secara mendalam dengan kisah yang terpapar sangat jujur dalam Burung–Burung Cakrawala. Ada bagian yang membuat saya tergelak, ada yang membuat saya menangis, dan ada yang membuat saya berpikir dan berkontemplasi. Inilah kisah bocah yang bermimpi terbang bagai burung dan bercinta dengan bidadari. Ia terdampar sebagai manusia dewasa yang menenun intelektualitas dengan spiritualitas. Dari perjalanannya kita belajar untuk tidak sekadar mencintai Indonesia, tapi mencinta dengan jujur dan dalam kejujuran.”

—Karlina Supelli


DETAIL
Judul              : Burung-Burung Cakrawala
seri
ISBN/EAN         : 9789792291643 / 9789792291643
Pengarang         : Mochtar Pabottingi
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama (GPU)
Terbit         : 17 Januari 2013
Pages         : 400
Berat                 : 234 gram
Dimensi(mm) : 150 x 230
Tag                
 
 
 
sumber :http://www.gramedia.com/book/detail/9789792291643/Burung-Burung+Cakrawala 
 
 
 
 



4 Komentar :

Obat Kuat Pria
09 Maret 2015 - 15:53:31 WIB

Hey there! This post could not be written anny better!

Reading this post reminds me of my good old room mate! He always kept talkinmg bout this.

I will fodward this page to him. Fairly ccertain he will have a good read.
Many thanks for sharing! http://nuansa69.com/
erectile dysfunction medication
12 Maret 2015 - 22:44:13 WIB

Hmm it seems like your site ate my first comment (it was super long) so I guess I'll just sum
it up what I had written and say, I'm thoroughly enjoying your blog.
I as well am an aspiring blog writer but I'm still new to the
whole thing. Do you have any recommendations for rookie blog writers?
I'd genuinely appreciate it.
timbangan
20 Maret 2015 - 11:27:48 WIB

Pretty nice post. I simply stumbled upon your blog and wished to mention that I've really loved browsing your blog posts.
In any case I'll bbe subscribing iin your rss feed and I am hoping you write once more very soon! http://tokodigital.co.id/
pulau tidung
21 Maret 2015 - 10:10:31 WIB

Excellent, wgat a blog iit is! This weblog presents useful facts to us, keep it
up. http://feeds.url.ph/tag/pulau-tidung/
<< First | < Prev | 1 | Next > | Last >>
Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)